in Uncategorized

Berkenalan dengan Jurnalisme berbasis Data

Reading Time: 2 minutes

Hari ini kita telah berada dalam dunia digital. Setiap hari bahkan setiap waktu kita berada di dalam dunia digital, melalui, gawai, melalui pc, atau juga piranti elektronik lainnya. Kita ngobrol, belajar, mencari informasi, sampai menghibur diri. Setiap hari kit memproduksi data.

Jurnalisme yang notabene berupaya menangkap fakta dan peristiwa di lingkungan pun bertransformasi. Dalam dunia jurnalisme kini dikenal istilah jurnalisme data. Jurnalisme data merupakan proses jurnalisme, menggunakan data sebagai sebuah alat untuk menemukan cerita atau laporan berita yang relevan.

Alex Howard dalam dalam Data Journalism Handbook menyebutkan guna memberi kejelasan dan menemukan kebenaran di dalam data digital yang semakin menggunung, peran jurnalis sangat dibutuhkan dibanding sebelumnya. Bagaimanapun, data telah dapat menjadi narasumber yang mana dapat menyampaikan informasi setelah diolah dan dianalisis. Oleh karenanya, seorang jurnalis, memerlukan skill olah dan memahami data.

Tidak berbeda dengan jurnalisme tradisional, jurnalisme data hanya menambah skill dan perspektif dalam memuat suatu peristiwa. Jurnalis masih harus memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, kepekaan, dan skeptis terhadap suatu peristiwa. Hanya saja dengan data jurnalis justru akan menambah kaya isi dari berita atau konten yang ia buat. Jurnalis pula akan lebih berani untuk mengulas suatu peristiwa , karena berkurangnya bias berita apabila menggunakan data.

Proses penulisan berita, cerita, atau konten pun masih dengan kerangka segita terbalik. Seorang jurnais perlu mengatahui konteks hingga mendapatkan konten yang tajam dan bermakna. Di dalam menggunakan data, seorang jurnalis data akan mengumpulkan, membersihkan, mengelola, menganalisa, memvisualisasikan, menerbitkan untuk mendukung kerja jurnalistik mereka.

Seorang Jurnalis data setidaknya memiliki proses sebagaimana berikut

1. Mencari data

Sebagaimana pada waktu kerja di lapangan hal pertama yang dilakukan seorang jurnalis adalah mencari sumber. Dalam hal ini sumber itu berupa data. Data dapat diperoleh dari data publik, data berbayar, scrapping, survei, atau juga wawancara.

2. Memahami data

Data yang diperoleh kemudian dipahami, sedari struktur, muatan, hingga verifikasi dengan data lainnya. Terdapat berbagai alat untuk melakukan ini. Ada dengan excel, ada tableau, ada pula power BI atau juga platform online lainnya. Selain itu, dapa pula dengan programming.

3. Publikasi

Publikasi ini adalah cara menampilkan data yang telah kita pahami untuk disampaikan ke publik. Beberapa di antaranya adalah dengan long form, infografik, atau juga animasi.

Data di dalam proses jurnalisme tentu bukan hal yang baru. The Guardian mencatat bahwasanya mereka telah membuat laporan berbasis data pada tahun 1821. Kini telah banyak media yang membuat konten-konten jurnalisme data. Propubilca, Reuters, FiveThirtyEight, Wall Street Journal adalah beberapa media yang telah membuat konten jurnalisme data. Bahkan boleh dibilang, memberikan rubrik khusus untuk jurnalisme berbasis data.

Tidak hanya itu, di Asia pun mulai bertumbuhan media serupa, beberapa di antara adalah Strait Times, South China Morning Post, dan Malaysia Kini. Di Indonesia kita tentu telah mengenal tirto.id, katadata, atau juga lokadata. Ketiga merupakan media yang boleh dibilang rutin menerbitkan konten data jurnalisme. Di Indonesia pun telah ada komunitas bernama Indonesian Data Journalism Network (IDJN) yang rutin menyelenggarakan pelatihan berkenaan dengan jurnalisme data.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •